TALK SHOW: MEMBANGUN KARAKTER UNTUK INDONESIA

Dalam perhelatan HUT Sekolah Budi Utama ke 17 Tahun, menghadirkan Talk Show dengan narasumber antara lain: Dr. Endang Soelistyowati, S. Pd., M.Pd. (Wakil Dekan bidang kerjasama dan alumni sekolah vokasi Universitas Gadjah Mada. Akademisi yang mempelajari tentang Ilmu bahasa China). Norbertus Antoin Binsasi, S.Fil., M.Phil (Dosen Character Building di Universitas Bina Nusantara, alumni Pascasarjana di Universitas Gadjah Mada). Novi Basuki, Ph.D (Peneliti dan Pemerhati Kajian Islam di Tiongkok yang sudah 10 tahun tinggal di Negeri Tirai Bambu). Acara yang dipandu oleh Aryavamsa Frengky, M.A. berlangsung hangat dan menarik, dengan kemasan santai namun substansial para peserta sangat antusias menyimak dan bertanya jawab dengan narasumber. Diawali dari Dr.Endang, orang tua siswa sekaligus pendidik menghadirkan narasi menarik, bahwa karakter itu tidak melulu serius dan pakem, namun juga bisa dikemas secara ceria & santai.

Pembangunan karakter juga mempunyai kedigdayaan membangun komunikasi terbuka dengan anak-anaknya, tentu hal ini atas fondasi yang dpercayakan oleh Dr.Endang ke Sekolah Budi Utama sebagai sekolah akademis yang berbasis pengembangan karakter. Belum usai antusias peserta Talk show, usai sesi Dr.Endang, Nobertus Antoin Binsasi, S.Fil., M.Phil tak kalah menariknya, pria kelahiran Nusa Tenggara Timur ini menghadirkan sisi filosofis esensi pembangunan karakter dengan kemasan diksi-diksi jenaka, beliau bercerita dinamika dalam mengampu pembelajaran pembangunan karakter di tingkat Perguruan Tinggi yang cukup kompleks, namun hal itu justru menjadi tantangan yang menarik, bagaimana mengelola karakter generasi strawberry ini dengan formula yang tidak kaku dan menempatkan pendidik sebagai teman yang bisa berbagi cerita. Pembicara ke-3, Novi Basuki (Pemerhati Budaya Tiongkok), seorang santri dari Situbondo, lahir dan besar di pegunungan daerah Kecamatan Sumberlawang, Situbondo, Jawa Timur mempunyai perspektif yang sangat menarik. Seorang Santri, studi di Tiongkok hingga jenjang S3. Novi Basuki mengupas luas esensi nilai-nilai kehidupan di Tiongkok,  antara laian: Moral, Pintar, Tampilan, Sehat, Bekerja. Salah satunya kutipannya “Kita Harus Memikirkan Krisis, Meskipun Saat Ini Kita Makmur” hal ini menunjukkan bahwa di Tiongkok diajarkan untuk terus bekerja keras, karena kesuksesan ditentukan oleh seberapa jauh kerja kerasmu. Novi Basuki bercerita, sempat merasakan kontradiktif dari sisi personal orang Indonesia, namun dari nilai-nilai yang adiluhung tersebut, mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya menghantarkannya meraih gelar P.hD. Membangun Karakter Untuk Indonesia, yuk dimulai! (Humas Sekolah Budi Utama)